Rabu, 05 Maret 2014

Karya Tulis II

by : Tivanny M  (@TheAudii)

Beberrapa fakta pelajar di sekolah :

1.selalu update dalam berbagai hal.
2.pena baru mah di kelas tahannya sehari,abis itu hilang,paling yang jumpa Cuma tutupnya doang -_-“
3.suka gilak sendiri kalau udah stres ._.
4.suka heboh,dan sibuk sendiri kalau udah mau ulangan,bagi yang pinter mah santai aja.
5.kebanyakan kalau tukar jam pelajaran ada yang suka banget keluar kelas,dengan alasan ke wc,padahal ke kantin -___-“
6.kalau ada temen yang pakai sepatu baru,suka di injek -_- dengan manisnya mengatakan “kenalan dong” -__- *tradisi -_-
7.kebersamaan itu terjalin saat ulangan ._.
8.kalau ada temen yang jadian pada minta pj (pajak jadian) yang putus juga dimintai pj (pajak jomblo) *Lah iki piye? ._.
9.seneng banget kalau gak upacara, otomatis cepet pulang ,  kan gitu? .-.
10.suka banget denger musik, apalagi musiknya itu bel pulang atau keluar main -__-“
11. seneng banget kalau udah dengar pengumuman dari toa “besok libur” -___- *kebiasaan
12. kalau gurunya garing,kepala pada nunduk semua,bahkan ada yg sampai tidur ngimpi ke australi ._.
13.suka kasihan sama temen yang ga bawa uang jajan,tapi gak mau minjamin -_-
14.kalau disuruh piket suka males -,- paling Cuma ngangkat bangku atau hapus papan tulis doang -_-
15.kebanyakan kalau guru gak dateng/masuk .. semuanya pada gembira ‘-‘
16.kelas rusuh banget kalau gak ada guru.
17.kalau ada sales datang kesekolah suka kepo banget._. padahal ujung-ujungnya gak jadi beli -_-
18.yang punya tipe x / stipo di kelas Cuma beberapa orang ._.
19.pada punya idola tersendiri ._. baik itu guru,kakak kelas,teman kelas/seperjuangan,adek kelas,bahkan penjanga kantin ... tyjieee ;;)
20. pasti bakalan gak sadar kalau sebenarnya kamu itu juga punya penggemar rahasia ;;) entah itu semut,lebah,atau laler ._. bah x_x
21.di kelas kalau debat seru banget ._.
22.sensitif banget kalau ada temen yang susah minta contekan.
23.ada yang sengaja datang pagi-pagi Cuma buat nyalin pekerjaan rumah .-.
24.kalau ada yang rata-rata lupa buat pr,suka janjian sekelas “jangan bilang-bilang kita ada pr nanti ya” kalau ada yang bilang tidurnya pada gak nyenyak-___-
25. *buk mul said* : kalau sakit datang kesekolah pasti sembuh,apalagi kalau ada pujaan hati disekolah,,itu virus penyakit bakal hilang semua” xD ckck...


  Sekian beberapa fakta pelajar di sekolah yang dapat saya uraikan,mohon maaf apa bila ada yang tersinggung ._. karena saya hanya menuliskan apa yang saya lihat,dengar,dan saya rasakan.padahal aslinya saya pribadi tersinggung juga ._. silahkan bagi yang memiliki kritik dan saran yang bersifat membangun,guna membuat karya tulis yang lebih bagus lagi.monggo J sekian terimakasih ... wasallam..

Karya Tulis

LIFE
 
By : TIVANNY M (@TheAudii)

  Disalah satu sekolah perguruan tinggi ternama di newyork , seorang siswa dengan penampilan dan prestasi yang mengagumkan  dan selalu menjadi sorot mata bagi siapa saja yang melihatnya, ya dia kimberly Raider akrab dipanggil dengan sebutan berly oleh teman-teman kampusnya . Dengan namanya yang bule,bukan berarti dia emang bule tulen,hanya saja dia sedikit di dominasi oleh keturunan Indonesia dan lahir serta hidup lama di Indonesia. Ketika lulus SMA orang tuanya menyekolahkan berly di luar negri. Tentu saja berly senang dan itu semua sesuai harapannya.
Berly : *hoamm* “morning duniaa,morning kasur,mornig bantal,morning hp,morning kamar!!!” (baru bangun tidur layaknya orang kehilangan akal)
Mama berly : “sayang!!! Berlyyy! Ayo turun..mama udah nyiapin sarapan buat kamuu..ayo cepat”!! (teriak seorang ibu memanggil anak satu-satunya)
Berly :  “yes mom,,, wait” (berteriak dan melangkah menuju kamar mandi dengan langkah gontai)
  Seketika berly ingat kalau ini adalah hari rabu,ya hari ini favoritenya dengan cepat berly menuju kamar mandi dan langsung bergegas dengan semangat menuju kampusnya.
(Ruang makan)
Berly : “aku pergi duluan ya mom :* “ (berlari dan mencium ibunya seketika)
Mama : “tapi ini sarapan kamuu nak “
Berly : “nanti pulang kampus berly makan maa.. bye mama sayang :* love you” (berlari menuju keluar rumah)
Mama : “love you too sayang, yaampun kalau dimakan nanti keburu basi dong ._.?” 
(Halaman rumah )
  Berly segera mengeluarkan mobil vulvonya dari bagasi dan bergegas menuju kampus. Setibanya di kampus,berly langsung disambut oleh para lekaki dan sahabatnya,yap karena kecantikan dan kepintarannya, membuat gadis ini sangat populer di kampusnya.
Lulu : “ jiah, morning berly bawel”
Berly : “morning too lulu cerewet -_-“
Sesil : “tumben cepat banget datang neng? Ohiya gua lupa,ini kan hari favorite lu ;p “ (sedikit menyindir berly)
Berly : “haha iyaa dong” (dengan muka datar)
 Sesampainya mereka dihalaman sekolah,ya tepatnya ditaman. Berly,lulu,dan sesil segara mengambil alih tanah rerumputan tempat mereka bersantai . tiba-tiba lewat sosok pria dengan penampilan baru yang tidak di kenali oleh berly dan sahabatnya.
Berly : “anak baru dia :o ?”
Lulu : “gatau,kelihatnya sih begeto -_-“
Berly : “O aja-_-“
Sesil : “bay the way dia ganteng ya ^_^ “
Lulu : “ciee curut naksirr ;;)”
Berly : “ah biasa aja”
Sesil : “jangan bilang gituu,ntar lu suka sama dia gimana?” (memukul pelan pundak berly)
Berly : “dih gilak aja lo -_-“
S
K
I
P
  Kelas pagi itu pun dimulai dan dipimpin oleh dosen yang cukup membosankan dan tentu saja para mahasiswinya merasa jenuh hingga ada yang sampai tertidur,lain halnya dengan berly,wanita itu sibuk sendiri dengan khayalannya.
 “udah berapa bulan gua jomblo yak? Ya Tuhan,gua ga mau sampai terjebak dua kali oleh lelaki buaya darat itu -_-“ (ucapnya dalam hati)
  Ya walaupun wanita itu cantik dan berprestasi,tapi dia sangat lemah dibidang cinta,buatnya itu hanya memakan waktunya untuk berpikir dan membahagiakaan orang tua. Berly sangat tidak ingin membuka hatinya buat orang lain,padahal gadis itu sudah sering ditembak oleh lelaki setiap minggunya bahkan setiap hari,hanya saja dia ingin menemukan sosok yang benar-benar pas dan tepat untuknya. Seketika lamunan berly terhenti karena bel berbunyi,yap saat itu juga para mahasiswi berhamburan keluar bagaikan domba ketika pintu kandangnya terbuka ._. lain halnya dengan berly,dia hanya termenung menunggu kedatangan sahabatnya lulu dan sesil. Namun, sosok yang ia tunggu tak kunjung datang,tentu saja berly bosan dan melangkahkan kakinya keluar ruangan itu. 
“sesil sama lulu kemana ya? -_- (gerutu berly penuh kesal)
Entah kenapa, tiba-tiba langkah kaki berly membawanya pada sebuah danau yang terletak di kampusnya. “gua duduk sini aja deh,siapa tau aja nanti lulu sama sesil kesini” (ucap sesil sambari mengeluarkan telfon genggamnya)  . ketika berly sedang berfoto sambil selfie yang sudah menjadi hobbynya,tiba-tiba datang seorang lelaki.
“ehem,assalamualaikum,boleh numpang duduk ga?” *ucap salah seorang pria*
Berly : “walaikumsallam,eh silahkan J ,mmh kamu anak baru ya di kampus ini?”
“ehehe iya kok kamu tau?” (balas pria itu)
Berly : “abis mukanya asing gitu,ga pernah lihat”
“iya aku anak baru disini J,kalau boleh tau nama kamu siapa?” (ucap pria itu dengan penuh hati-hati)
Berly : “eh,aku kimberly raider,akrab di panggil dengan sebutan berly J,kamu?”
“aku kenzo,senang berkenalan dengan mu J” (ucap kenzo dengan lembut)
Berly : “oh.. nice too meet you too,hehe”
Kenzo :” lagi foto selfie ya? Boleh ikutan ga? (tanya kenzo dengan nada berseru)
Berly : “eh,oh tentuu...”
  Kenzo dan berly pun berfoto menggunakan gadget milik berly dengan menggunakan tongsis juga,ya berly terkenal sangat eksis dan alay dibidang foto memoto. “jepredddd...”
Berly : “ haha suka foto juga yaa?”
Kenzo : “haha iya,kebetulan aku fotografer”
Berly : “oh gitu ya? Haha berarti kita samaa dong :D” (sambil tertawa sambari menyengir melihatkan giginya yang rata di pagerin._.)
Kenzo : “ohya? Kamu jugaa? Wah boleh dong minta nomor hp,pin,id line sama alamat blog kamu? Biar kita bisa salaing shearing J
Berly : “oh tentu..” (memberikan nomor telfonnya kepada kenzo)
Kenzo : “eh udah dulu ya berly, aku harus balik ke kampus,nanti aku sms ya J
Berly : “eh okee J
S
K
I
@ parkiran kampus
Berly : “eh kalian dari mana aja sih -__- gua sebel nungguin kalian tadi!” (berteriak menyampiri sesil dan lulu)
Sesil : “kata tadi abis dihukum sama dosen kampreto tadi itu -____-“
Berly : “ohiya? Kok bisa?”
Lulu : “gara-gara sesil jatuhkan tinta pena ke baju dosen itu”
Berly : “ahaha lebay banget -_-, eh guys,gua tadi ke danau,terus gua jumpa sama cowok yg kita lihat tadi pagi di taman,dia nyamperin gua,tadi gua lagi foto selfie,eh tiba-tiba dia ikutan -_-,yaudah gua foto bareng sama dia,terus dia minta nomer hp gua” (curhat berly panjang lebar)
Sesil : “ha? Lu serius crit? Kok bisa? Aaaaaa:’( (jeritan sesil penuh makna)
Berly : “iya serius -_-,penting banget gitu gua bohong ? “
Lulu : “ehem bakalan digebet nih”
Berly : “ahaha maybe yes,maybe no!”
S
K
I
P
 Sesampainya berly dirumah, dia melihat telfon genggamnya berbunyi pertanda sms masuk.
“what? Dari siapa nih?” ( berly melihat layar gadgetnya)
From : 0811*******
To : berly
“assalamualaikum,hai berly,aku kenzo,masih ingatkan?”
Berly pun membalas sms kenzo
“walaikumsalam,eh iya masih dong”
 Berly dan kenzo pun bercakap tak kenal waktu,hingga ........ “berly,kamu kenapa nak? Kok ga makan? (teriak mama berly yaitu nyonya demi lovato)
Berly : “eh iya maaa,bentar lagi....wait...”
  Berly pun berhenti bersmsan dengan kenzo.....
S
K
I
P
Beberapa bulan kemudian ..........
  Sama halnya dengan biasa,berly tetap menjalankan aktifitas sehari-harinya,namun,hanya saja ada yang berbeda dengan status dirinya. Ya kini ia telah memiliki pacar,2 bulan terakhir ini berly berstatus pacaran dengan kenzo melalui pertamuan dan perkenalan yang singkat. Kini berly terlihat lebih dewasa dan mandiri. Ia sangkat terfokus pada cita-citanya,namun dia juga memperhatikan kenzo dan keluarganya terutama ibunya yang telah sakit-sakitan. Berly sangat ingin pergi umroh bersama ibunya maka dari itu dia ingin sukses dan mewujudkan mimpinya. 
  Beberapa tahun kemudian, hubungan kenzo dan berly tetap awet dan langgeng,berly pun tamat dari universitas yang telah membawanya ke gelar ilmuawan. Ya kini berly menjadi peneliti yang hebat.namun sayang, sebelum iya akan mewujudkan mimpinya, sang ibu telah meninggal dunia. Ini adalah kondisi terpuruk bagi berly, bagaimana tidak? Cita-cita terputus ketika menerima kenyataan ini, berly sangat terpukul,tertekan ,meronta,bahkan pingsan dalam keaadaan ini.tak ada lagi yang akan memeluknya ketika berly senang dan sedih,takkan ada lagi yang berteriak untuk menyuruhnya makan. Namun tuhan berkata lain, mungkin inilah jalan terbaik yang diberikan Tuhan untuk berly. Ia selalu ingat pesan ibunya “di setiap cobaan,pasti ada hikmah didalamnya”.


~TAMAT~

Jumat, 28 Februari 2014

Sumber Daya Alam Provinsi Papua

papua.png
Provinsi ini sangat kaya dengan berbagai potensi sumberdaya alam. Sektor pertambangannya sudah mampu memberikan kontribusi lebih dari 50% perekonomian Papua, dengan tembaga, emas, minyak dan gas menempati posisi dapat memberikan kontribusi ekonomi itu. Di bidang pertambangan, provinsi ini memiliki potensi 2,5 miliar ton batuan biji emas dan tembaga, semuanya terdapat di wilayah konsesi Freeport. Di samping itu, masih terdapat beberapa potensi tambang lain seperti batu bara berjumlah 6,3 juta ton, barn gamping di atas areal seluas 190.000 ha, pasir kuarsa seluas 75 ha dengan potensi hasil 21,5 juta ton, lempung sebanyak 1,2 jura ton, marmer sebanyak 350 juta ton, granit sebanyak 125 juta ton dan hasil tambang lainnya seperti pasir besi, nikel dan krom.
Karena 90% dari daratan Papua adalah hutan, produk unggulan pun banyak lahir dari belantara yang dipadati lebih dari 1.000 spesies tanaman. Lebih dari 150 varientas di hutan itu merupakan tanaman komersial. Hutan di Papua mencapai 3l.079.185,77 ha, terdiri atas hutan konservasi seluas 6.436.923,05 ha (20,71%), hutan lindung 7.475.821,50 ha (24,05%), hutan produksi tetap 8.171606,57 ha (26,3 %), hutan produksi terbatas 1.816.319 ha (5,84%), dan hutan yang dapat dikonversi 6.354.726 ha (20,45%). Ditambah areal penggunaan lainnya 821.787,91 ha (2,64%). Hutan hutan di provinsi ini memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pendapatan asli daerah, Contoh, sebanyak 323.987m3, kayu bangunan/timber sebanyak 1.714 m3, kayu balok olahan/block board sebanyak 1.198 m3, triplek/plywood sebanyak 88.050 m3 dan kayu olahan/chips sejumlah 45.289 m3.
Di sektor perkebunan, dari 5.459.225 ha lahan yang ada, tak kurang dari 160.547 ha sudah dimanfaatkan untuk perkebunan rakyat (PR) maupun perkebunan besar (PB), tenaga kerja dengan total produksi 62.153 ton. Komoditas unggulan pada 2005 dengan total produksi 12.347 ton (19,87%), sawit dengan produksi 31.021 ton (49,91%), kakao dengan produksi 11.363 ton (18.28%), kopi Arabic produksi 2.583 ton (4.16%), buah merah dengan produksi 1.889 ton (3,04%) dan karet dengan total produksi 1.458 ton (2,35%). Pada 2005 kayu mencapai 20.711 ton dan Jayapura dengan produksi 2.444 ton pada 2005. produksi sayur mayur selama 2005 hanya mencapai 13,99 ton, menurun dibandingkan dengan 2004 yang mencapai 25,78 ton.
Provinsi ini memiliki lahansawah beririgasi teknis seluas 3.845 ha pada 2006, beririgasi nonteknis 3.696 ha. Total saluran irigasi primer mencapai 1.984 km, irigasi sekunder 23,45 km sementara irigasi tersier 4,25 km. Sawah sawah tersebut dapat menghasilkan 61.922 ton padi, meningkat dibanding dua tahun terakhir mencapai 61.750 ton. Pada saat Panen Raya Padi di Merauke, padatanggal 5 April 2006, Presiden berharap bahwa: ”Merauke menjadi sentara pertumbuhan baru, bukan hanya untuk padi, tetapi juga untuk sektor lainnya”. Presiden berpesan, ... ”ketika terjadi pertumbuhan sawah, pertumbuhan tebu, pertumbuhan kelapa sawit, nantinya pendidikan dan lain lain, tenaga kerja dan lain-lain, tolong sekali lagi diperhatikan dan ditingkatkan kesejahteraan penduduk asli sehingga betul-betuk kesetaraan yang baik, dengan demikian dapat meningkatkan persaudaraan dan harmoni diantara semua warga yang ada di daerah ini”.
Di sektor perikanan, memiliki kekayaan yang kurang besar di sepanjang 1.170 mil garis pantai yang dipenuhi ribuan pulau pulau kecil. Provinsi ini memiliki terumbu karang terkaya dan terbaik di dunia. Hutan bakau terluas dan terbaik di dunia, dengan berbagai jenis ikan mulai dari pelagis besar, kecil, kerapu, udang, teripang, kerang, dan lain lain. Potensi lestari perikanan Papua sebesar 1.404.220 ton per tahun, dengan produksi tahun 2005 mencapai 209.210,3 ton, meningkat 13,29% dibanding produksi 2004 yang hanya mencapai 180.612,4 ton. Dari produksi perikanan, 95,83% merupakan hasil produksi perikanan laut dengan nilai produksi selama 2005 mencapai Rp. 2.215 miliar atau menurun 44,86% banding 2004 yang mencapai Rp 2.451 miliar.
Populasi ternak besar dan kecil selama tahun 2005 umumnya naik. Ternak kerbau pada 2005 naik 14,54% dari 1.131 ekor pada 2004 menjadi 1.292 ekor pada tahun 2006, sementara ternak kuda dari 1.576 ekor pada 2004 menjadi 1.501 ekor pada 2005 lalu meningkat menjadi 2.061 ekor pada 2006. Kenaikan persentase dialami ternak sapi (8,6%), kambing (5,37%) dan babi (19,50%). Populasi ternak kecil, antara lain ini kampung naik 18,99%, ayam pedaging naik 90% dan ayam ras petelur meningkat 19,58%.

sumber : http://www.indonesia.go.id

Asal-usul Nama Raja Ampat

Masyarakat setempat percaya jika di Teluk Kabui Kampung Wawiyai, pernah hidup sepasang suami istri yang menemukan enam telur naga.

Cerita ini berawal dari perjalanan keduanya mencari makan di tengah hutan. Saking asyiknya, tanpa terasa kaki mereka telah melangkah sampai ke tepi Sungai Waikeo. Di mana, mereka kemudian menemukan enam telur naga.

Saat membawa keenam telur naga tersebut, keduanya tak memiliki firasat apapun. Dipikirnya telur-telur itu hanyalah telur biasa saja. Makanya, setelah dibawa pulang, mereka menyimpannya di dalam kamar sebelum dimasak. Tapi, belum sempat dimasak, empat dari enam telur-telur itu menetas. Dari dalam keluar sosok manusia. Empat laki-laki dan satu wanita. Nama mereka masing-masing adalah War, Betani, Dohar, Mohammad, dan Pintolee (yang wanita).

Seiring berjalannya waktu, kelima anak ini tumbuh. Pintolee kemudian didapati oleh kakaknya hamil di luar nikah. Dia dihanyutkan dalam kulit bia (kerang besar) sampai terdampat di Pulau Numfor.

Keempat kakak laki-laki Pintolee pun kemudian diangkat menjadi raja untuk empat pulau yang besar. Yaitu: War diangkat raja di Waigeo, Betani diangkat di Salawati, Dohar di Lilinta, dan Mohamad di Waiga. Sedangkan, telur naga yang tidak menetas hingga saat ini masih disimpan dan mendapat penghormatan khusus dari masyarakat setempat.

Nah, empat raja yang mendiami pulau-pulau utama itulah yang kemudian dijadikan dasar penamaan Raja Ampat ini.[]

sumber : http://365ceritarakyatindonesia.blogspot.com

Pakaian adat Papua yang Unik

Pakaian adat Papua untuk pria dan wanita hampir sama bentuknya. Pakaian adat tersebuta memakai hiasan-hiasan seperti hiasan kepala berupa burung cendrawasih, gelang, kalung, dan ikat pinggang dari manik-manik, serta rumbai-rumbai pada pergelangan kaki. 

sumber : http://kesenian-ubl.blogspot.com

Karya seni budaya Papua terancam Punah

Kata Papua berasal dari bahasa melayu yang berarti rambut keriting, sebuah gambaran yang mengacu pada penampilan fisik suku-suku.
Beragam karya seni budaya asli masyarakat Papua belakangan ini mulai terancam punah. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan pada suatu saat nanti seni budaya masyarakat Papua itu hilang begitu saja karena tidak adanya regenerasi. Kekhawatiran itu bisa menjadi kenyataan karena hingga saat ini terkesan tidak adanya perhatian pemerintah untuk memberikan perlindungan hukum. Di sisi lain, Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) Papua belum mengatur usaha perlindungan karya-karya seni dan budaya masyarakat Papua.

Pengawas Kebudayaan dan Kesenian Papua, Fhilip Ramandey, di Biak, kepada kantor berita Antara, mengharapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama DPR Papua segera mengesahkan Peraturan Perlindungan Karya Seni Budaya Papua dan Perdasus sebagai bentuk proteksi dalam menjaga keaslian budaya Papua.

"Ketika Belanda menguasai Biak, telah ada pengakuan perlindungan budaya asli Papua. Tapi, sekarang tidak ada peraturan daerah yang melindungi karya seni di Papua," kata Ramandey menanggapi pembentukan Perdasus dan Peraturan Perlindungan Budaya Asli Papua (Perdasi).
Ia mengatakan, pembentukan Perdasus dan Perdasi Papua untuk perlindungan karya seniman di Papua sangat mendesak disahkan oleh pihak pemerintah dan DPR Papua. "Jangan sampai terjadi negara lain mengklaim seni budaya masyarakat Papua, baru kita pusing memikirkan usaha perlindungan karya seni dan budaya masyarakat Papua. Saat ini banyak karya seni dan budaya Papua mengalir ke negara-negara asing seperti Australia, Papua Nugini, serta Selandia Baru," kata Ramandey.

Penyiapan Perdasus dan Perdasi Perlindungan Budaya Asli Papua, menurut Ramandey, merupakan upaya masyarakat Papua dalam menjaga keaslian budaya Papua.

Ada beberapa budaya asli Papua yang mengalami pergeseran. Contohnya, menurut Ramandey, di Genyem Kabupaten Jayapura, warga asli Papua telah mengubah pola makan papeda dengan tahu.
Bahkan, ketika digelar Festival Danau Sentani di Jayapura, kelihatan pelaku kesenian dan gelar budaya warga Papua adalah orang-orang tua yang sudah uzur usianya. "Itu memprihatinkan karena membuktikan tidak adanya regenerasi. Kenyataan itu bisa membahayakan kalau anak-anak muda Papua sekarang juga tidak diperkenalkan dengan beragam bentuk seni dan budaya Papua," ujar beberapa pakar seni budaya Papua yang dihubungi Suara Karya di Jayapura.

Pakar budaya itu juga membenarkan, kebiasaan lama warga Papua kini berangsur hilang, yakni makan papeda dengan ikan gabus. Dulu, warga Papua tidak mau makan papeda kalau bukan dengan kuah ikan gabus. Tapi, sekarang mereka memilih makan papeda dengan sayur tahu.

Perubahan budaya Papua lainnya, menurut Ramandey, patung lukisan yang dijual di kawasan sentra Pasar Hamadi yang dulu dihasilkan masyarakat Sentani, Kabupaten Jayapura, kini telah dapat dibuat perajin patung dari Makassar. Juga tifa genderang khas Biak, pada awalnya dibuat dua tempat tabuhnya. Tetapi, saat ini tinggal satu tempat. "Karya seni asli Papua jika tidak dilindungi dari sekarang, pada beberapa tahun ke depan akan musnah serta tidak dikenali lagi generasi muda Papua, Karena itu, Perdasus dan Perdasi Papua sangat tepat menjaga keaslian budaya Papua," kata Ramandey.

Menanggapi ajang Festival Seni Papua di Kabupaten Biak Numfor, Ramandey mengatakan, karena ajang kreasi seni merupakan pesta rakyat di tanah Papua, maka kegiatan itu perlu dipublikasikan.
"Rakyat selalu menggelar pesta, tetapi masyarakat Papua sendiri tidak begitu banyak menghadiri pesta seni budaya asli Papua di Kabupaten Biak Numfor," ujar Ramandey. (Ami Herman) 



sumber : http://kesenian-ubl.blogspot.com

Sejarah 1 Mei di tanah Papua Indonesia

JAYAPURA - Dewan Adat Papua (DAP) berpendapat pada hari Rabu, 1 Mei 2013 mendatang, akan menandai “Penyerahan Secara Illegal” Tanah Papua oleh Kerajaan Belanda kepada Pemerintah Republik Indonesia (RI) dengan dukungan internasional dibawah payung Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB). “Jadi bagi Indonesia, 50 tahun di Tanah Papua adalah masa keemasan, masa penuh “Madu dan Susu”.  Jutaan ton emas dan tembaga, jutaan barel minyak bumi, hasil hutan yang nilainya tak terhitung lagi, kekayaan laut dan sumber daya alam (SDA) Papua lainnya juga ikut digarong (curi, red) oleh Jakarta (Indonesia),” ucap Sekretaris Umum (Sekum) Dewan Adat Papua (DAP) yang juga merangkap sebagai Pelaksana Tugas Harian (Plth) Ketua Umum (Ketum) DAP, Willem Rumaseb didampingi Ketua Dewan Adat Mamta, Ones Banundi ketika menyambangi Redaksi Harian Bintang Papua, Senin (29/4) kemarin malam.

“Sebaliknya, bagi Bangsa Papua dalam rangkulan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selama 50 tahun adalah hidup dalam kerangkeng besi berduri emas yang penuh darah dan air mata. Dimana, situasi ini yang sangat merendahkan martabat manusia Papua, yakni luka bernanah dan terus – menerus berdarah sejak hari pertama berintegrasi (1 Mei 1963). Dan, tak ada satupun masa keemasan yang dinikmati Bangsa Papua sejak dipaksa (aneksasi, red) menjadi bagian dari NKRI pada tahun 1963 silam,” ungkap Willem Rumaseb.
Dikatakan Willem demikian sapaan akrabnya, integrasi 1 Mei 1963 lalu merupakan sebuah fakta sejarah Tanah Papua yang selalu harus dilihat dari 2 sisi yang berbeda. Dimana, Pemerintah Indonesia memandang integrasi sebagai proses yang telah final dan sah berdasarkan ketentuan PBB.
“Sehingga bagi Bangsa Papua untuk kejadian seperti itu justru merupakan pelanggaran secara terang – terangan terhadap hak dan kedaulatan politik Bangsa Papua berdasarkan ketentuan PBB.  Jadi, mengenang kejadian yang menandai dimulainya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) sistematis oleh Pemerintah RI atas rakyat Bangsa Papua, maka dengan tegas akan memperingatinya (1 Mei) melalui perayaan di Jayapura dan kota – kota lain di atas Tanah Papua dalam doa bersama dan penyampaian aspirasi kepada Pemerintah RI,” tegas Willem.
Lanjut Willem, rencana pernyataan itu kemudian disikapi Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH, dengan menyerukan kepada Kapolda Papua, Irjend Pol. Drs. M. Tito Karnavian agar tidak mengijinkan perayaan 1 Mei tersebut dilakukan oleh Bangsa Papua diatas tanahnya sendiri.
Sehubungan dengan itu, atas nama Bangsa Papua dalam hal ini DAP dengan tegas, kata Willem dalam kehidupan berdemokrasi, Bangsa Papua memiliki hak dan kebebasan yang sama dengan Bangsa Indonesia maupun bangsa – bangsa lain di atas jagad raya ini guna mengekspresikan pendapat secara bebas berdasarkan keyakinan, yang mana hak itu diakui berdasarkan deklarasi PBB dan seharusnya juga dihormati oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
“Jadi, kami dari DAP sangat menyesalkan adanya larangan pemerintah RI terhadap rencana perayaan hari Integrasi yang akan dilakukan rakyat Bangsa Papua. Dengan tegas kami sampaikan bahwa Bangsa Papua adalah pemilik sah Tanah Papua dan adanya larangan dari Gubernur Papua adalah bukti nyata bahwa Presiden RI, SBY masih mewarisi kebijakan kolonialisme yang sudah lama diterapkan di Papua sejak Presiden RI pertama, Soekarno pada Tahun 1963 silam,” tegasnya.
Willem berujar, pengekangan dan pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat Bangsa Papua selama ini membuktikan bahwa pintu ruang demokrasi di Papua yang digembar-gemborkan Presiden SBY maupun Partai Demokratnya itu hanya dibuka separuh – separuh menurut kepentingan politik Jakarta, dan bukan karena Jakarta mengerti dan menghormati hak demokrasi Bangsa Papua.
Willem kembali mengatakan, dengan momentum perayaan hari Integrasi Papua ke-50 tahun, Bangsa Papua hendak menegaskan kepada Pemerintah RI dan komunitas Internasional bahwa status politik Papua bermasalah. “Dimana, Otsus Papua yang ditawarkan sebagai solusi itu telah gagal dan program terbaru dari Indonesia adalah UP4B bukanlah solusi untuk Bangsa Papua. Karena bangsa Papua masih tertindas dan Pemerintah RI harus membuka diri bagi proses memerdekakan Papua secara damai menurut standar internasional. Sehingga kami dari DAP menyerukan kepada Gubernur Papua maupun Papua Barat sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah RI diatas Tanah Papua untuk memberi jaminan keamanan bagi rakyat Papua dan mengoreksi semua kebijakan yang telah melecehkan atau merugikan rakyat Bangsa Papua serta tidak perlu lagi ada gerakan militer secara berlebihan baik yang akan dilakukan TNI/Polri kepada rakyat Bangsa Papua,” pungkasnya. (mir/don/l03)

sumber : http://bintangpapua.com

Rumah adat di Papua






Honai adalah rumah khas Papua yang dihuni oleh Suku Dani. Rumah Honai terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Honai mempunyai pintu yang kecil dan tidak memiliki jendela. Sebenarnya, struktur Honai dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela bertujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua.
Rumah adat Masyarakat Papua, atau yang biasa disebut dengan Honai.
Honai terdiri dari 2 lantai yaitu lantai pertama sebagai tempat tidur dan lantai kedua untuk tempat bersantai, makan, dan mengerjakan kerajinan tangan. Karena dibangun 2 lantai, Honai memiliki tinggi kurang lebih 2,5 meter. Pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu untuk kaum laki-laki (disebut Honai), wanita (disebut Ebei), dan kandang babi (disebut Wamai).

sumber : http://kesenian-ubl.blogspot.com

Daftar suku bangsa di Papua

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pulau Papua dengan ragam bahasa
Suku di Papua adalah suku-suku yang tinggal di pulau Papua, mereka satu rumpun dengan penduduk benua Australia asli yaitu suku/orang Aborigin.

Penyebaran

Suku yang tersebar di pulau papua dibagi menjadi dua yaitu :
  • Suku papua yang berada di Indonesia yang menempati sisi sebelah barat Pulau Papua/West New Guinea terdiri atas 466 suku bangsa.[1]
  • Suku papua yang berada di Papua New Guinea yang menempati di sebelah timur disebut East New Guinea/Papua Nugini yang berjumlah hampir 800-an bahasa.
sumber :wikipedia

Jenis-jenis Tarian dari Papua Indonesia dan Defenisinya


Tari Kreasi Balada Cenderawasih

Balada burung cenderawasih yang mana dikisahkan oleh Drs. Jhon Modouw  tentang kepunahan burung cenderawasih lalu digarap menjadi sebuah tari yang disebut tari balada cenderawasih. namun sayang kurang adanya tanggapan dari pemerintah dan dinas terkait untuk bisa memahami niat baik dari para seniman dan budayawan yang turut prihatin akan habitat burung cenderawasih yang semakin lama semakin punah….  kita tahu dari sekian banyaknya jenis cenderawasih cuma saat ini hanya beberapa saja yang tersisa. untuk itu para seniman membuat cerita kisah hidup dari burung cenderawasih dalam bentuk tari dan cerita agar kita semua dapat menyadari bahwa sebuh titipan yang terindah dari yang Kuasa mulai hilang dari bumi papua……  tapi sekarang saya mau ajak kitorang semua pecinta seni dan budaya… mari sama-sama berkarya dalam kontes memelihara dan menjaga habitat ini dalam lagu dan tari…. 



YOSPAN = YOSIM PANCAR

Yosim Pancar atau biasa disingkat Yospan adalah tari pergaulan/persahabatan para muda-mudi. Yospan merupakan penggabungan dari dua tarian rakyat di Papua, yaitu Yosim dan Pancar.

Yosim adalah suatu tarian tua mirip poloneis dari dansa Barat dan berasal dari Sarmi, suatu kabupaten di pesisir utara Papua, dekat Sungai Mamberamo, namun ada juga yang mengatakan bahwa Yosim berasal dari wilayah teluk Saireri (Serui, Waropen). Sedangkan Pancar adalah suatu tarian yang berkembang di Biak Numfor dan Manokwari awal 1960-an semasa zaman Belanda di Papua, meniru pada awal sejarah kelahirannya, gerakan-gerakan “akrobatik” di udara - seperti gerakan jatuh jungkir-balik dari langit, mirip daun kering yang jatuh tertiup angin - dari pesawat tempur jet Neptune buatan Amerika Serikat yang dipakai Angkatan Udara Belanda di Irian Barat. Awal 1960-an, konflik Belanda-Indonesia seputar status kedaulatan atas Irian Barat masih berlangsung. Karena pesawat tempur ini digerakkan oleh pancaran gas (jet), maka tarian yang meniru gerakan akrobatiknya mula-mula disebut Pancar Gas, kemudian disingkat menjadi Pancar. Sejak kelahirannya awal 1960-an, Pancar sudah memperkaya gerakannya dari sumber-sumber lain, termasuk dari alam.

Tari Yosim Pancar memiliki dua regu pemain yaitu Regu Musisi dan Penari. Penari Yospan lebih dari satu orang dengan gerakan dasar yang penuh semangat, dinamik dan menarik. Beberapa jenis gerakannya yang terkenal seperti Pancar gas, Gale-gale, Jef, Pacul Tiga, Seka dan lain-lain.

Keunikan dari tarian ini adalah pakaian, aksesoris, dan alat musiknya. Warna dan jenis pakaian yang digunakan masing-masing Grup Seni tari/sanggar seni Yospan berbeda-beda, namun ciri khas Papua untuk aksesoris hampir sama. Alat-alat musik yang dipakai untuk mengiringi tarian Yospan seperti Gitar, Ukulele (Juk), Tifa dan Bass Akustik (stem bass). Ukulele, Tifa dan Stem Bass biasanya dibuat sendiri. Seorang yang sudah mahir bermain Stem Bass terkadang dapat bermain bukan lagi menggunakan jari atau telapak tangan untuk menekan not tapi menggunakan telapak kaki pada senar nilon. Irama dan lagu Tari Yospan secara khusus sangat membangkitkan kekuatan untuk tarian.

Yospan cukup populer dan sering diperagakan pada setiap event, acara adat, kegiatan penyambutan dan festival seni budaya. Yospan juga biasa ditampilkan di Manca Negara untuk memenuhi undangan atau mengikuti Festival disana.

Hampir setiap kampung di Papua memiliki grup seni tari yang terus dikembangkan.
Para Penari dan Musisi Tarian Yosim Pancar
sumber : http://kevin-kenedy.blogspot.com

4 Obyek Wisata Terkenal di Tanah Papua

raja ampat wisata
ZONADAMAI.com: Papua, jika kita membicarakan papua maka hal yang pertama kita ingat adalah sebuah tempat yang indah dengan panorama menakjubkan, ya pulau paling timur indonesia ini memang memiliki destinasi wisata yang sangat indah yang masih belum dikenal oleh dunia luar, namun potensi objek wisata di tanah papua tidak kalah dengan wisata di daerah lain di indonesia.
Apa saja akah objek wisata yang terkenal di papua? berikut infonya untuk anda:
1. Raja Ampat
raja ampat
Raja ampat adalah salah satu tempat wisata di papua yang sangat terkenal, raja ampat artinya empat raja, Tempat ini merupakan surga bawah laut dan diberi gelar sebagai Rumahnya Terumbu Karang di dunia. Gelar tersebut tidak diberikan sembarangan, sebab di Raja Ampat memang memiliki sekitar 75% dari jenis-jenis terumbu karang yang ada di seluruh dunia.
Selain itu, Raja Ampat juga kaya akan fauna bawah air Jadi, bagi anda penggemar diving, mengunjungi raja ampat adalah suatu hal yang wajib anda lakukan jika anda memang ingin mendapatkan pengalaman menyelam yang menakjubkan. Bagaimana tertarik?
2. Danau Santani
santani lake
Danau Sentani adalah danau yang terletak di provinsi bagian timur Papua Indonesia. Danau Sentani berada di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cycloops yang memiliki luas sekitar 245 ribu hektar. Danau ini terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Danau Sentani yang memiliki luas sekitar 9.360 hektar dan berada pada ketinggian 75 mdpl. Danau Sentani merupakan danau terbesar di Papua.
Di danau ini juga terdapat 21 buah pulau kecil menghiasi danau yang indah ini. Arti kata Sentani berarti “di sini kami tinggal dengan damai”. Nama Sentani sendiri pertama kali disebut oleh seorang Pendeta Kristen BL Bin ketika melaksanakan misionaris di wilayah danau ini pada tahun 1898.
3. Salju Abadi Jayawaijaya
jayawijaya mountain
Salah satu tempat wisata populer di tanah papua adalah puncak jayabijaya yang dikenal sebagai salju abadi, salah satu gunung tertinggi di dunia ini memang sangat menakjubkan, bagaimana tidak negeri yang di lalui garis khatulistiwa ini ternyata bisa bersalju itulah yang membuktikan tingginya puncak jayawijaya ini, sebab meskipun di negara tropis dan dilalui garis khatulistiwa namun puncak jayawijaya ini selalu diselimuti salju tebal, dan diberi gelar sebagai salju abadi,
Oleh sebab itu banyak pendaki dari berbagai belahan dunia datang ke salju abadi jayawijaya untuk mencoba dan merasakan mendaki tingginya puncak jayawaijaya, bagaimana anda tertarik?
4. Arkeolog Papua
Salah satu surga wisata di papua adalah arkeolog papua, papua memang sering dikatakan sebagai surganya tempat wisata karena selain memiliki objek wisata alam papua juga memiliki objek wisata Peninggalan arkeologi, arkeolog di wilayah Papua berasal dari jaman prasejarah di era Mesolitikum dimana berburu dan meramu adalah aktivitas utama manusia. Peninggalan arkeologi dari jaman ini misalnya Grotto Dudumunir Pulau Araguni, Kecamatan Fakfak, Papua Barat. Di tempat ini juga ditemukan artefak-artefak berupa alat pengeruk dan mata panah.
Relik dari era yang sama juga ditemukan dalam bentuk lukisan di atas dinding gua dan batu seperti di Bukit Tutari, Kecamatan Doyo Lama, Jayapura, Papua. Relik arkeologi yang tersebar di hampir semua area Papua dapat dimanfaatkan sebagai aset yang cukup potensial. Keberagaman ini dapat dijadikan sebagai nilai plus dalam pariwisata wilayah Papua.
Nah itu lah beberapa objek wisata di papua, sebenarnya masih banyak lagi objek wisata di papua namun akan kita bahas lain waktu, dengan potensi wisata yang sangat besar di papua bisa kita prediksikan dalam beberapa tahun kedepan papua akan menjadi destinasi wisata nomor 1 di indonesia. [viva.co.id]

sumber : http://zonadamai.com

RESEP DAN CARA MEMBUAT PAPEDA KUAH KUNING KHAS PAPUA



Masyarakat Papua menyebut bubur sagu dengan nama Papeda. Papeda sendiri merupakan makanan khas warga Papua. makanan ini juga terbuat dari tepung sagu yang diberi sedikit air kemudian ditambahkan garam serta gula secukupnya sehingga jadilah makanan ini sebagai makanan pokok pengganti nasi. Awal mulanya Papeda ini dibuat oleh penduduk pedalaman yang ada di Papua.
Papeda umumnya dihidangkan dengan kuah kuning, dimana kuah tersebut diolah dari ikan tongkol kemudian dibumbui kunyit dan jeruk nipis.
Adapun proses membuat makanan khas Papua ini antara lain sebagai berikut.
 
Bahan-bahan :
  1. 150 gram tepung sagu.
  2. 1300 mililiter air bersih.
  3. 1 sdt garam halus.
  4. 1/2 sdt gula pasir.
Bahan pelengkap :
  1. ikan tongkol kuah kuning yang dimasak dengan menggunakan bumbu kunyit.
Cara membuatnya :
  • Mula-mula larutkan tepung sagu dengan menggunakan 300 ml air, lalu tambahkan pula garam halus dan gula pasir kedalamnya.
  • Selanjutnya masak sisa air yang digunakan tadi hingga mendidih. Kemudian setelah air mendidih, kecilkan api kompor dan tuangkan adonan sagu tadi kedalam air mendidih sambil diaduk secara perlahan hingga adonan sagu berubah warna menjadi bening, menggumpal dan matang.
  • Terakhir, jika papeda sudah matang, sajikan papeda bersama dengan ikan tongkol kuah kuning.
Selamat mencoba resep dan cara membuat papeda kuah kuning lezat khas Papua ini, semoga resep kali dapat bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi ibu-ibu dirumah dalam menyajikan olahan dari sagu yang enak untuk keluarga tercinta. Terima kasih.
 
sumber : http://kulinerbee.blogspot.com

Tentang alat musik Tifa dari Papua


Tifa
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Alat musik tifa
Tifa merupakan alat musik khas Indonesia bagian Timur, khususnya Maluku dan Papua. Alat musik ini bentuknya menyerupai kendang dan terbuat dari kayu yang di lubangi tengahnya. Ada beberapa macam jenis alat musik Tifa seperti Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas.
Tifa mirip dengan alat musik gendang yang dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini terbuat dari sebatang kayu yang dikosongi atau dihilangi isinya dan pada salah satu sisi ujungnya ditutupi, dan biasanya penutupnya digunakan kulit rusa yang telah dikeringkan untuk menghasilkan suara yang bagus dan indah. Bentuknyapun biasanya dibuat dengan ukiran. Setiap suku di Maluku dan Papua memiliki tifa dengan ciri khas nya masing-masing.
Tifa biasanya digunakan untuk mengiringi tarian perang dan beberapa tarian daerah lainnya seperti tari Lenso dari Maluku yang diiringi juga dengan alat musik totobuang, tarian tradisional suku Asmat dan tari Gatsi.
Alat musik tifa dari Maluku memiliki nama lain, seperti tahito atau tihal yang digunakan di wilayah-wilayah Maluku Tengah. Sedangkan, di pulau Aru, tifa memiliki nama lain yaitu titir. Jenisnya ada yang berbentuk seperti drum dengan tongkat seperti yang digunakan di Masjid . Badan kerangkanya terbuat dari kayu dilapisi rotan sebagai pengikatnya dan bentuknya berbeda-beda berdasarkan daerah asalnya.[1]

Tifa totobuang

Tifa totobuang adalah musik asli yang sama sekali tidak dipengaruhi budaya luar. Musik ini merupakan musik khas warga yang tinggal di wilayah mayoritas Kristen. Dalam beberapa pertunjukan musik ini biasanya disandingkan dengan musik sawat, yang sebaliknya hanya dapat dimainkan oleh orang-orang yang tinggal di wilayah mayoritas Muslim.
Masing-masing alat musik dari Tifa totobuang memiliki fungsi yang berbeda-beda dan saling mendukung satu sama lain hingga melahirkan warna musik yang khas. Namun musik ini didominasi oleh alat musik tifa. Terdiri dari tifa jekir, tifa dasar, tifa potong, tifa jekir potong dan tifa bas ditambah dengan gong berukuran besar dan totobuang, yang merupakan serangkaian gong-gong kecil yang ditaruh pada sebuah meja, dengan beberapa lubang sebagai penyanggahnya.
Sayangnya musik nan indah ini, sekarang sangat jarang kita nikmati. Bahkan dapat dikatakan langkah. Musik ini hanya dapat dipertunjukan pada event-event tertentu. Misalnya acara penyambutan tamu khusus, pertunjukan kesenian daerah Maluku diluar daerah atau di luar negeri serta pada acara-acara adat. Pemainnya pun umumnya merupakan pemain yang diajarkan secara turun-temurun oleh orang tua mereka.[2]

sumber : wikipedia

Beberapa Nama-nama Bahasa Daerah di Papua Indonesia